SMP Ihsaniyah Tegal menyelenggarakan Uji Tahfidz Al-Qur’an yang diikuti oleh 99 peserta sebagai bagian dari program unggulan sekolah dalam membentuk generasi yang religius, berakhlak mulia, dan berprestasi. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam evaluasi kemampuan hafalan Al-Qur’an peserta didik, khususnya pada Juz 30, Juz 1, dan Juz 2, yang diujikan secara langsung di hadapan para penguji yang kompeten.
Pelaksanaan Uji Tahfidz diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tegal, Ibu Hj. Tazkiyatul Muthmainah, S.Km, M.Kes. Kehadiran Wakil Wali Kota Tegal menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan karakter dan keagamaan di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh H. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag. (Pimpinan Kemenag Kota Tegal), Ir. Sarwono Singgih, M.T. (Sekretaris Dinas Pendidikan), H. M. Mudzir, S.Ag., M.M. (Kepala Kemenag Kabupaten Tegal) dan H. Rofiudin, M.Hum, M.M. (Ketua Yayasan Perguruan Ihsaniyah). Kehadiaran para pimpinan Instansi di sini menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap Program Uji Tahfidz SMP Ihsaniyah Tegal.
Uji Tahfidz ini dilaksanakan dengan standar penilaian yang profesional dan objektif karena penguji berasal dari JQHNU (Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama) yang bekerja sama langsung dengan Kementerian Agama Kota Tegal. Para peserta diuji secara individual dengan memperhatikan kelancaran hafalan, ketepatan makhraj, tajwid, serta kefasihan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Seluruh rangkaian ujian berlangsung tertib dan penuh kesungguhan, mencerminkan kesiapan peserta dalam mengikuti proses penilaian.
Kepala SMP Ihsaniyah Tegal, Andri Apriudin, S.Kom, S.Pd., M.Si. (Pak Andri), menyampaikan bahwa Uji Tahfidz ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan hafalan, tetapi juga untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari siswa. Ia menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menjadikan program Tahfidz sebagai bagian integral dari pembentukan karakter peserta didik, sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik dan kuat secara spiritual.
Peserta yang dinyatakan lulus Uji Tahfidz akan memperoleh sertifikat resmi yang ditandatangani langsung oleh Pimpinan Kementerian Agama Kota Tegal. Sertifikat ini menjadi bukti pengakuan atas kemampuan hafalan Al-Qur’an peserta didik serta diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Para peserta tampak antusias dan percaya diri selama mengikuti ujian, menunjukkan hasil dari proses pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pihak sekolah.
Dalam kesempatannya Pak Andri mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan pada pelaksanaan Uji Tahfidz Al-Qur’an di SMP IHSANIYAH. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab.”
Beliau menambahkan, “Kepada para peserta, kami merasa bangga atas kesungguhan dan ketekunan dalam berlatih serta menghafal Al-Qur’an. Terima kasih pula kami sampaikan kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh serta turut hadir mendampingi putra-putrinya selama pelaksanaan Uji Tahfidz ini, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.”
Uji Tahfidz diadakan Selama Dua Hari
Melihat cukup banyaknya peserta yang mengikuti Uji Tahfidz dan waktu pengujian yang detail, maka penyelenggaraan Uji Tahfidz rencananya akan diadakan selama dua hari. Gelombang pertama yaitu hari ini (03/02/2026) dan gelombang kedua akan diselenggarakan Rabu (04/02/2026).
Dengan pengelenggaraan Uji Tahfidz Al-Qur’an ini, SMP Ihsaniyah Tegal kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan ajaran dan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat.








